<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="917">
<titleInfo>
<title>KARAKTERISASI KOKRISTAL MELOLSIKAM-ASAM ADIPAT (1:</title>
<subTitle>1) MENGGUNAKAN METODE ANTISOLVEN</subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BAGAS KERTAPATI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Surabaya</placeTerm></place>
<publisher>Prodi Farmasi Universitas Hang Tuah Surabaya</publisher>
<dateIssued>2019</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>xiii, 62p.; ill.; tab.; 21cm</extent>
</physicalDescription>
<note>Salah satu faktor dalam menentukan efektifitas terapi dari suatu obat tergantung pada tingkat kelarutan dan laju disolusi. Namun, kelarutan menjadi masalah utama dalam pengembangan obat. Bahan obat dengan kelarutan rendah memiliki persentase sebesar 40% dari bahan obat yang beredar dipasaran saat ini. Meloksikam merupakan obat golongan NSAID yang digunakan untuk indikasi rheumatoid dan osteoathrithis, nyeri pasca operasi dan demam. Berdasarkan Biopharmaceutical Classification System (BCS), meloksikam termasuk dalam BCS kelas II yaitu obat dengan kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi. Salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan bahan obat yaitu dengan membentuk kokristal. Kokristal merupakan kristal multi komponen yang terdiri dari dua atau lebih komponen dalam bentuk padatan dan berinteraksi melalui ikatan hidrogen. Penelitian ini melakukan pembentukan kokristal meloksikam asam-adipat dengan perbandingan mol 1:1 menggunakan metode antisolven. Hasil pembentukan kokristal lalu dianalisis menggunakan PXRD, DSC dan FTIR untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisikokimia kokristal dibandingkan dengan meloksikam murni, asam adipat murni, campuran fisik dan meloksikam hasil rekristalisasi. Data difraktogram kokristal meloksikam-asam adipat (1:1) menunjukkan penurunan intensitas yang signifikan pada sudut 2 : 6,4 dengan intensitas 3,0 sedangkan pada meloksikam murni pada sudut : 6,5 menunjukkan intensitas sebesar 24,4. Termogram kokristal meloksikam-asam adipat (1:1) menunjukkan turunnya titik lebur dengan suhu 251,82C dibandingkan dengan meloksikam murni yang memiliki titik lebur 264,82C, pada termogram kokristal terbentuk satu puncak endotermik. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang gugus N-H dan O-H yang terdapat pada kokristal dengan bilangan gelombang N-H 3448 cm-1 dan bilangan gelombang O-H 3285 cm-1. Sehingga dapat dikatakan bahwa pembentukan kokristal meloksikam-asam adipat dengan perbandingan (1:1) dapat terbentuk dengan karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan meloksikam murni, asam adipat murni, campuran fisik dan meloksikam hasil rekristalisasi. 

Kata Kunci:  Meloksikam, Asam Adipat, Kokristal, Antisolven, Karakterisasi, PXRD, DSC, FTIR.</note>
<classification>6B.S-Far</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS FARMASI - UNIVERSITAS HANG TUAH Jl. Arief Rachman Hakim 150 , Surabaya 60111 Telp: (031) 5945864, 5945894 Fax : (031)  5946261 , Web. www.hangtuah.ac.id</physicalLocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Ker k 62-19</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">FARM62-6B.S/Far-2019</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpus Farmasi (Rak Skripsi)</sublocation>
<shelfLocator>6B.S-Far Ker k 62-19</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>62-19.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>917</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-29 10:31:28</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-10-10 13:06:42</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>